Ticker

6/recent/ticker-posts
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø¥ِÙ†ْ تَÙ†ْصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَÙ†ْصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Malu, Seharusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bertingkah Seperti ini

Sudah lama saya tidak membuat tulisan di blog pribadi saya, karena semenjak menjadi PNS di salah satu instansi Pemerintah yang bersifat vertikal (sebut saja Badan Pusat Statistik), kerjaan selalu saja datang. Ya maklum kalau blog saya dipenuhi oleh sarang laba-laba akibat kelamaan ditinggalin. Hehehee
Baiklah, kali ini saya lagi tertarik membahas tentang PNS yang seharusnya dia lakukan. Ada Tiga Poin yang akan saya bahas pada tulisan saya kali ini. Simak dan baca sampai habis ya…
Tulisan ini murni bersumber dari pengalaman saya sebagai PNS dan sekarang sedang berada di salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Jadi tulisan ini 100% opini.

Pandangan Masyarakat kepada PNS
Sumber Gambar : dad.info
Pandangan masyarakat kepada PNS sering kali memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang positif dalam menilai PNS, ada juga yang berpandangan negatif. Beberapa suara yang dapat saya rangkum dari masyarakat adalah:
  1. PNS itu enak, kerjaannya cuma duduk-duduk aja, pagi absen sore absen, nyampek rumah periksa rekening, udah nambah aja ketika awal bulan.
  2. PNS itu cuma buang-buang duit rakyat aja
  3. Jadi PNS itu disegani sama warga di kampung, mudah dapatin jodoh
  4. PNS itu dihormati, sangking berlebihan dalam dihormati, eh malah rakyat yang seakan-akan melayani PNS

Hal ini sering saya jumpai di daerah tinggal saya sekarang. Mereka dapat mengatakan hal itu karena pastinya mereka sudah melihat dengan mata dan kepala mereka sendiri.

Siapa yang Sebenarnya Membayar PNS ?
Sumber Gambar : static1.squarespace.com
Negara. Yang membayar PNS adalah Negara. Ya…. Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Uang negara yang berasal dari Rakyat. Uang rakyat yang dengan ikhlas memberikan sumbangsihnya kepada Negara lewat pajak. Rakyat yang dalam kesehariannya banting tulang dalam mencari nafkah untuk keluarganya.
Jadi, siapa yang membayar PNS? Jawabannya adalah RAKYAT. PNS itu dibayar oleh rakyat secara tidak langsung.Tapi anehnya seorang PNS yang waktunya dipinjam selama 8 jam oleh negara untuk mengabdi kepada rakyat itu tidak bisa diimplementasikan secara keseluruhan. Ada beberapa oknum PNS yang hanya bekerja apabila ada atasannya saja. Ketika atasannya tidak ada di kantor, pekerjaannya tidak dilakukan, masuk ke kantor pun sering terlambat. Biasanya siang hari atau pagi hari, seorang PNS menghabiskan waktunya untuk ngobrol ngalor ngidul yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaannya. Kemanakah keefektifitasan waktu yang dipinjam Negara yang kamu habiskan wahai oknum PNS?
Ada tidaknya atasan di kantor, ketahuilah bahwa rakyat selalu ada dibelakangmu untuk meminta pertanggung jawabanmu selama ini. Jadi jika PNS dibayar oleh Rakyat, harusnya PNS lebih takut kepada rakyat dan Negara ketimbang atasannya sendiri.

Bagaimana seharusnya PNS Bertindak?
PNS harus bertindak dengan menghasilkan karya, bertindak menjadi seorang PNS yang dengan ikhlas melayani masyarakat dengan damai. Bertindak selayaknya seseorang yang dibayar oleh Rakyat. Bertindak untuk memajukan kesejahteraan Rakyatnya. Dan bertindak dalam memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga akan melahirkan sebuah prestasi kerja. Keluarlah dari lingkaran kemonotonan dalam kehidupan PNS yang tak bermanfaat. Cari aktivitas yang lebih bermanfaat untuk mendukung kinerja sebagai PNS. Dan yang pastinya harus ikhlas dan totalitas.


Kalau tidak bisa melakukan hal hal di atas, malu-maluin deh kamu jadi PNS. Cuma bisa menghabiskan uang rakyat aja. Sesama PNS saling mengingatkan itu wajar kan ya….

Post a Comment

0 Comments